100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat
100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Swiss untuk melihat pemandangan indah dan udara sejuk, Sumatra Barat punya danau kembar cantik yang begitu eksotis terkenal di luar negri

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Baumbah.com, Tak perlu jauh-jauh pergi ke Swiss untuk melihat pemandangan indah dan udara sejuk, Sumatra barat punya danau kembar cantik yang begitu eksotis terkenal di luar negri. Inilah Danau di Atas dan Danau di Bawah yang punya mitos tentang cerita naga.

Di dunia hanya ada beberapa danau kembar (twin lakes) dan yang paling banyak berada di Amerika. tidak kalah dengan negri Paman Sam Indonesia juga punya lho yaitu Danau di atas dan Danau di bawah yang menjadi ikonik Sumatera Barat.

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Salah satu yang terluas di Asia Tenggara, terletak diatas ketinggian 1600 meter dpl, danau kembar, yaitu Danau di Atas dan Danau di Dawah. Danau kembar ini terjadi karena aktivitas vulkanik jaman dahulu dan kemudian berubah menjadi danau seiringnya waktu.

Danau yang dikelilingi oleh pengunungan bukit barisan dan berada dekat dengan gunung volkanik yang masih aktif yaitu Gunung Talang, danau kembar ini memiliki keunikan masing-masing dengan paduan keindahan kebun teh memabuat baumber dimajakan dengan keindahan alam ini.

1. Luas Danau Danau di Atas dan danau dibawah

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Danau di Atas memiliki luas 12,4 km persegi dengan kedalaman hanya 44 meter saja dan sementara danau dibawah memiliki luas 11,2 km persegi dengan kedalaman paling dalam mencapai 844 meter.

Kedua danau ini hanya dipisahkan oleh sebuah bukit dengan luas 300 meter saja, sehingga bisa dicapai dengan berjalan kaki atau dengan kendaraan. Terletak di kabupaten Solok dan dapat ditembuh selama 2 jam perjalanan darat dari kota Padang atau hanya 1 jam dari kota Muara Labuh, Sumatera Barat.

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Danau di Atas bisa dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung. Airnya yang sangat dingin dengan panorama alam yang memukau.

Apabila di pagi hari, ketika kabut tidak terlalu tebal kita bisa menyaksikan puncak Gunung Talang yang masih aktif dan mengeluarkan asap vulkanik yang tipis.

Baca Juga : 20 Tempat Wisata di Sumatera Barat yang Lagi Hits

Wisatawan bisa menikmati sekitaran danau diatas dengan berperahu dan bermain air dipinggir danau yang sangat bersahabat. Ikan-ikan kecil bersliweran dan mengundang kita untuk menikmati air pengunungan yang dingin dan menyegarkan.

2. Pasilitas Danau diatas dan danau dibawah

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Di sini pengunjung bisa menyewa perahu dari penduduk dan berkeliling danau serta disediakan fasilitas outbound, beberapa penginapan pun tersedia dilokasi ini.

Tetapi ketika di Danau di Bawah, wisatawan hanya bisa menikmati dari puncaknya saja, sebagian masyarakat lokal bahkan tidak berani banyak beraktivitas disekitaran danau yang panorama alamnya juga memikat ini dikarenakan kedalamannya yang cukup berbahaya.

Ada kearifan lokal untuk tidak banyak beraktivitas di Danau di Bawah. Konon ada sebuah naga besar yang bersemayam di dasar danau ini.

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Penduduk lokal sekitar bercocok tanam sayuran seperti wortel, kayu manis, kol dan lain-lain yang tumbuh sangat sibur disekitaran danau yang berhawa sejuk.

Seringkali kabut turun menyelimuti sekitaran danau dan tampak sangat indah sekali bak dinegri Swiss yang dikelilingi perbukitan hijau dan kabut. Awan biru sekitar danau memberikan nuansa yang sangat berbeda, hiruplah oksigen gratis. Ah, rasanya saya tidak ingin beranjak dari danau kembar yang sangat indah ini.

3. Legenda Naga Yang Berkembang di Masyarakat

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Konon di dasar Danau Di Atas dan Danau Di Bawah bersemayam ular naga raksasa yang dibantai oleh Niniak Gadang Bahan, seorang pembuat tonggak. Setelah bangkainya yang membentuk angka delapan tertimbun tanah, tergenanglah air hingga membentuk dua danau besar.

Dari legenda itu pulalah nama dua daerah di mana danau ini berada berasal. Nama Kecamatan Lembah Gumanti berasal dari singkatan lembah nago nan mati. Yang kedua adalah sebuah daerah bernama Aia Sirah (Air Merah), daerah ini terkenal dengan airnya yang merah.

100 Persen Bukan di Swiss, Tempat Wisata ini berada Sumatera Barat

Masyarakat percaya bahwa air yang merah adalah darah yang terus keluar dari kepala naga. Dan masyarakat lokal percaya kalau air dari danau dibawah mengalir melalui sungai bawah tanah menuju ke wilayah Jambi.

Sambil menikmati panorama alam yang sungguh memukau, jangan lupa untuk menyeruput kopi lokal atau bahkan teh hangat. Karena hawa disekitaran danau sekitar 16 derajat serta sangat dingin sekali, bahkan bisa mencapai 12 derajat diwaktu malam hari. Sekitaran danau juga banyak ditemukan perkebunan teh yang sangat luas. Tak perlu jauh ke Swiss, Sumbar pun tak kalah cantik!

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *